Film ini menceritakan 12 pria di dalam satu ruangan yang bermusyawarah dalam memutuskan nasib seorang anak yang dituduh membunuh ayahnya sendiri.
Saya bukan pecinta film, apalagi mengerti film. Tapi saya sangat terkesan dengan film ini. Membuat saya sadar kalau film bagus tidak perlu menggunakan efek teknologi tingkat tinggi. Film bagus tidak perlu perang-perang yang menegangkan. Film bagus tidak perlu tendangan kungfu ataupun karate. Film bagus tidak perlu aktor ganteng dan aktris cantik. Film bagus tidak perlu menampilkan adegan yang hanya boleh ditonton orang dewasa. Film bagus tidak perlu berlatar tempat-tempat indah.
Film ini adalah film paling sederhana yang saya pernah lihat. Bahkan lebih sederhana dari film ecek-ecek Indonesia yang, ditonton orang saja tidak. Sepanjang film ini, kita hanya disajikan dialog-dialog para tokoh yang dapat membawakannya dengan sangat kuat.
Dari judulnya, sudah tertebak kalau ini tentang 12 pria yang marah-marah. Memang iya, tapi akting ke-12 pria ini membuat penonton tidak akan bosan atau tidur di tengah-tengah cerita. Saya sendiri merasa seperti melihat perundingan yang 'real' saking alaminya akting mereka. Emosinya dapat, ekspresinya dapat. Kerennya akting para aktor ini seperti saling mengisi. Menurut saya tidak ada pemain utama disini, karena kalau salah satu tidak ada film ini tidak ada mungkin tidak akan sebagus ini. Karakter masing-masing pemain terlalu kuat.
Dan alasan kenapa film ini terasa 'real' selain dialog dan akting para pemain juga karena latar dan alurnya. Latar utama film ini hanya satu yaitu ruangan dimana mereka berunding. Pokoknya selama satu jam lebih penonton hanya melihat mereka berunding dari awal yaitu dari yang pro anak 1 orang sampai akhirnya 12 orang pro anak tersebut dan itu dilakukan di satu ruangan saja (sudah termasuk toilet).
Film ini bukan termasuk film yang bisa didiskusikan tentang betapa kerennya efek atau gantengnya si aktor. Orang yang mendiskusikan film ini akan berdiskusi fakta-fakta tentang si anak yang kalau kita berada di sana mungkin tidak akan terpikirkan oleh kita.
Bagi anda yang lagi lelah menonton film bunuh-bunuhan, cinta-cintaan, atau khayal-khayalan, anda butuh film ini untuk menyegarkan pikiran anda.

No comments:
Post a Comment